Photo:
Photo:
Photo:
Kontributor
Share:
Share via Facebook Share via Twitter Share via WhatsApp Share via E-mail
Artikel Lainnya

Serumah dengan Keluarga Besar, Berikut Kelebihannya! | Rumaruma Blog

Tidak selamanya horor jika masing-masing anggota keluarga diberikan “ruang”

Serumah dengan Keluarga Besar, Berikut Kelebihannya!

Idealnya, pasangan yang sudah berumah tangga sebaiknya tinggal sendiri dengan anak-anak mereka kelak. Dengan begitu, pasangan suami istri dapat belajar mandiri dalam mengelola rumah tangga serta mengurus anak-anaknya. Namun kadangkala, kondisi tidak memungkinkan dan mengharuskan untuk tinggal bersama orang tua atau mertua. Dalam beberapa kasus, bahkan saudara kandung atau ipar ikut tinggal bersama dalam serumah. 

Bagi kebanyakan untuk membayangkan tinggal bersama keluarga besar agaknya berlebihan dan cenderung diasosiakan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan. Memang merupakan tantangan untuk menggabungkan beberapa kepala yang berbeda dalam satu ruang dan resiko konflik sangat mudah terjadi. Namun, ternyata ada kok yang “sukses” hidup serumah dengan keluarga besar dan justru menilainya sebagai kelebihan. Nah, bagaimana sih kelebihan yang dimaksud? Simak berikut!

Bisa menitipkan anak bagi suami istri yang bekerja di luar

Menjadi tantangan dan dilema bagi suami istri yang meninggalkan anak untuk bekerja. Meskipun bisa mempekerjakan nanny atau menitipkan di daycare, rasa was-was senantiasa menghantui. Ujung-ujungnya meminta bantuan orang tua untuk turut serta memperhatikan atau menjaga agar perasaan lebih tenang. Nah, keuntungan bagi yang tinggal dengan mertua atau orang tua dapat dengan mudah menitipkan anak tanpa harus repot mengantar jemput anak ke rumah orang tua/ mertua setiap hari. 

Tidak akan merasa bosan atau kesepian, khususnya anak-anak 

Dari pengalaman pribadi penulis, meski bekerja dari rumah tetap saja anak ditinggal bermain sendiri di kamar atau ruang tamu. Rasa iba seringkali muncul melihat anak yang dengan mandirinya bermain. Namun, apa daya pekerjaan kantor menuntut waktu dan fokus. Beda halnya jika rumah memiliki orang tua, atau anggota keluarga lain di mana mereka dapat membantu dalam hal bermain dengan anak, setidaknya berkomunikasi daripada anak bermain sendiri dalam keheningan. 

Ada yang ikut membantu mengawasi dan mengurus rumah

Terkesan sepele tapi dampaknya lumayan besar, apalagi kalau ART pulang kampung saat Lebaran. Lalu, jika berencana melakukan perjalanan liburan atau dinas dalam waktu yang cukup lama, tidak perlu risau meninggalkan rumah karena selalu ada orang di rumah. Saat pulang ke rumah pun terasa hangat karena selalu ada orang yang menyambut atau menunggu. 

Kalau bahas soal pro-kontra tinggal bareng dengan keluarga besar memang tidak ada habisnya. Kunci keberhasilannya terletak pada toleransi, saling menghargai dan saling memberikan ruang, baik secara harfiah maupun tersirat.