Photo:
Photo:
Photo:
Kontributor
Share:
Share via Facebook Share via Twitter Share via WhatsApp Share via E-mail
Artikel Lainnya

Seperti Apa Prospek Perumahan di Tahun 2021? | Rumaruma Blog

Masa depan real estat di era “normal baru”

Seperti Apa Prospek Perumahan di Tahun 2021?

Merupakan salah satu yang tertekan selama masa pandemi, pasar rumah dijual di Jabodetabek mulai menunjukkan geliat untuk kembali bangkit pada kuartal IV tahun 2020.

Digitalisasi properti yang memanfaatkan inovasi teknologi, menawarkan kemudahan transaksi properti secara virtual menjadi kunci penggerak yang berkontribusi pada kembalinya permintaan pasar perumahan.

Lantas, bagaimana proyeksi pasar rumah dijual di tahun mendatang?

Sektor perumahan akan rebound dengan bantuan PropTech yang mendukung adaptasi ekosistem digital. Contoh peluncuran marketplace Reco pada September 2020 lalu menjadi momentum yang tepat dan hingga kini telah menjaring lebih dari Rp 5,3T aset real estat. Marketplace properti Reco membawa kemudahan, di mana seluruh transaksi jual beli properti dapat dilakukan secara online oleh pembeli, agen dan penjual.

Dari sisi konsumen, fasilitas KPR menjadi sumber pembiayaan utama dalam pembelian properti residensial. Ekspansi moneter Bank Indonesia dan percepatan realisasi anggaran, serta program restrukturisasi kredit perbankan diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan sektor properti.

Dengan kegiatan yang banyak dilakukan dari rumah sepanjang tahun ini dan masih akan berlanjut, pasar properti residensial diproyeksikan akan meningkat di tahun mendatang. Semakin banyak yang menyadari betapa pentingnya memiliki rumah. Kita melihat betapa rumah berperan multifungsi, dari menjadi sekolah, kantor, tempat olahraga, “restoran” dan “pusat hiburan” selama pandemi.

Preferensi terhadap rumah juga ikut berubah sebagai efek dari pergeseran prioritas dan respon terhadap Covid-19. Kebutuhan akan ruang ekstra (bahkan ada yang menginginkan halaman belakang) meningkat sehingga Millennials cenderung akan mempertimbangkan rumah di pinggir kota yang notabene memiliki luasan yang lebih besar dan harga yang terjangkau.

First-time buyers mendominasi pasar residensial. Kelompok Millennials berusia 30 tahun memasuki masa formatif, di mana banyak yang akan berumah tangga. Kebutuhan akan sandang pun otomatis menjadi prioritas. Rata-rata kelompok ini merupakan first-time buyers di segmen residensial. Sebab itu, semakin banyak pengembang yang akan menyasar kaum Millennial pada tahun mendatang dengan menawarkan program menarik, seperti cicilan atau DP ringan.