![]() |
|
![]() |
Sign Up Singkat dan Mudah
|
Sign Up Privasi Anda Kami Jaga |
Selamat Datang di Rumaruma! Cek Kotak Masuk Anda untuk Verifikasi E-mail Kami telah mengirimkan e-mail ke dengan link verifikasi. Jika Anda tidak menerima e-mail dalam 2 menit, klik Kirim Ulang. Mohon pastikan e-mail tidak masuk ke folder Spam / Junk. |
Selamat Datang di Rumaruma! Akun Anda Sedang Kami Verifikasi Terima kasih telah mendaftarkan diri Anda dalam situs kami. Admin kami sedang melakukan verifikasi terhadap akun Anda. Mohon menunggu hingga maksimal 1 X 24 jam. Sembari menunggu, Anda dapat melihat-lihat listing yang sudah terdaftar di situs kami. |
![]() |
Buat Listing Pilih Tipe Properti yang Anda Inginkan
Klik Salah Satu Gambar untuk Melanjutkan |
![]() |
Kriteria Listing Ikuti Panduan Berikut untuk Memastikan Kualitas Listing Anda
|
Listing Properti dalam 3 Tahap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Verifikasi Listing
|
Kami ingin tahu pendapat Anda |
Apakah listing Anda telah terjual? |
Sejak pandemi yang membatasi kegiatan di luar rumah, tak terhitung berapa banyak kisah selebritis atau bahkan dari circle pertemanan yang mengambil keputusan untuk berpisah dari pasangannya alias bercerai.
Dilansir dari kompas.com, angka perceraian di Cina meningkat saat karantina virus Covid-10. Lebih dari 300 pasangan suami istri yang melayangkan gugatan perceraian sejak lockdown atau kegiatan di rumah saja dimulai. Di Indonesia sendiri, tidak sedikit pasangan selebrita yang adem ayem, tidak pernah diterpa isu rumah tangga mendadak muncul di televisi dengan berita perceraian.
Begitupun di belahan dunia lain, seperti di Inggris. Dilansir dari bbc.com, Sophie Turner dan suaminya yang telah menikah selama tujuh tahun mengajukan permohonan perceraian ke pengadilan. Diakui Sophie, ia dan suami tidak pernah membahas kemungkinan terburuk dari rumah tangga mereka sebelum pandemi menyebar. Namun selama pandemi yang membuat mereka terus bersama di rumah justru membuat mereka tertekan dan menyebabkan hubungan mereka menjadi buruk dan akhirnya mengambil langkah perceraian.
Fenomena perceraian yang terjadi di tengah pandemi mengisyaratkan pada aspek mental yang seringkali diabaikan. Padahal, kesehatan mental dan psikis tidak kalah penting dengan kesehatan jasmani di tengah pandemi ini.
Salah satu yang dapat dilakukan pasangan suami istri yang “terjebak” di rumah adalah dengan saling memberikan ruang untuk menikmati waktu dengan diri sendiri atau bahasa gaulnya disebut “me time”.
Masalah kehidupan sehari-hari yang kian menumpuk, seperti menemani anak sekolah online atau pekerjaan kantor yang dilakukan dari rumah dapat membebani dan menimbulkan stres. Sebab itu, saat pikiran sudah ruwet, tarik nafas dan ambil waktu sejenak untuk me-time.
Sebagai pasangan kudu saling mengerti saat suami atau membutuhkan time out. Berikan ruang dan waktu yang dibutuhkan tersebut dan sebisa mungkin ambil alih sementara tugas rumah atau mengurus anak hingga pasanganmu merasa lebih tenang dan pikiran lebih jernih.
Ruang dan waktu untuk me-time sangatlah dibutuhkan untuk mengembalikan “kewarasan” sehingga produktivitas dan fokus tetap terjaga. Dengan memberikan ruang untuk menyendiri, kalian dapat merenungkan banyak hal, termasuk memahami diri sendiri, mengurangi hal-hal negatif pada diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih positif.
Dari sisi hubungan dengan pasangan juga dapat lebih baik. Seringkali, konflik suami istri dipertajam oleh emosi sesaat. Ruang untuk menenangkan diri dan introspeksi diri membantu untuk mengembalikan suasana hati dan mengingatkan prioritas dari pernikahan kalian sebenarnya, seperti anak.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan jasmani. Tidak ada salahnya dan justru sangat penting untuk melakukan hal-hal yang dapat menjaga kesehatan mental, seperti memberikan “ruang” dalam rumah kepada masing-masing anggota keluarga untuk menikmati waktunya sendiri.