Photo:
Photo:
Photo:
Kontributor
Share:
Share via Facebook Share via Twitter Share via WhatsApp Share via E-mail
Artikel Lainnya

Pentingnya Interaksi Sosial Saat Bekerja dari Rumah | Rumaruma Blog

Esensi manusia adalah sebagai makhluk sosial

Pentingnya Interaksi Sosial Saat Bekerja dari Rumah

Esensi manusia sebagai makhluk sosial menjadikan kita membutuhkan keberadaan orang lain dalam hidup. Jika bukan keberadaan secara fisik, manusia setidaknya membutuhkan hubungan sosial, baik dalam bentuk interaksi singkat, kolaborasi, diskusi, percakapan ringan, dsb.

Situasi pandemi yang membuat kita harus bekerja dari rumah melahirkan tantangan sosial bagi sebagian besar orang. Komunikasi dengan rekan kerja terganggu dan tidak sedikit yang kesulitan menyeimbangkan antara mengasuh anak, sekolah online dan tanggung jawab kantor.

Dilansir dari Workhuman.com, studi memaparkan komunikasi dan kolaborasi meningkatkan produktivitas sebesar 25-35%. Dengan kata lain,  kurangnya komunikasi membunuh produktivitas. Nah, apa masalah yang mungkin ditimbulkan karena kurangnya interaksi sosial saat bekerja dari rumah?

1. Isolasi sosial yang memicu rasa kesendirian

Kesepian atau kesendiriaan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para pejuang WFH (baca: work from home). Hal ini disebabkan kurangnya interaksi sosial yang biasanya mereka dapatkan saat bekerja di kantor.

Tidak hanya mengganggu dari sisi mentalitas, tetap juga dari sisi produktivitas organisasi. Rasa kesendirian dapat membuat pekerja menjadi kurang motivasi dalam bekerja sehingga mempengaruhi kinerja dalam bekerja. Kurangnya interaksi antar rekan kerja dan organisasi juga dapat menyebabkan menurunnya rasa kebersamaan dan kepemilikan (a sense of belonging) terhadap perusahaan.

2. Kurangnya interaksi sosial memicu kurangnya rasa percaya

Karena kurangnya interaksi langsung, terutama face-to-face, pemilik perusahaan atau manajer menjadi khawatir bahwa karyawan tidak bekerja cukup efektif. Akibatnya, mereka menerapkan micro-management, di mana para manajer mengatur karyawan dari jarak jauh secara berlebihan, seperti harus virtual meeting dua kali dalam sehari.

Faktanya, micro-management justru kontraproduktif. Karyawan mulai bekerja ekstra, seringkali melewati jam kantor, karena sebagian waktu bekerja digunakan untuk “melaporkan” pekerjaan pada meeting harian. Tentunya, hal tersebut berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan.

3. Miskomunikasi terkait pekerjaan yang mudah terjadi

Komunikasi dengan interaksi langsung terkadang saja bisa terjadi kesalahpahaman, apalagi jika minim komunikasi. Berdasarkan survey yang dilakukan workplaceinsight.net, kurangnya interaksi sosial saat bekerja dari rumah membuat para karyawan kesulitan memahami objektif atau shared goals sehingga kerap terjadi miskomunikasi yang berpengaruh negatif pada kinerja tim.

Hakikatnya, interaksi sosial merupakan elemen yang penting dari segala aspek kehidupan manusia, mulai dari pekerjaan, kesehatan fisik dan mental, produktivitas. Di tengah situasi yang mewajibkan bekerja dari rumah seperti sekarang, interaksi sosial tersebut menjadi semakin penting.