Photo:
Photo:
Photo:
Kontributor
Share:
Share via Facebook Share via Twitter Share via WhatsApp Share via E-mail
Artikel Lainnya

Hal-hal yang Dapat Menggagalkan Pengajuan KPR Anda! | Rumaruma Blog

Cari tahu penyebab pengajuan ditolak

Hal-hal yang Dapat Menggagalkan Pengajuan KPR Anda!

Dewasa ini, tidak perlu menunggu sampai semua dana terkumpul untuk membeli rumah. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi salah satu solusi yang dapat mempercepat impian membeli rumah idaman.

Namun, tidak sedikit yang pengajuan kredit ditolak oleh bank disebabkan kurangnya persiapan dan pengetahuan terkait ketentuan dan syarat yang wajib dipenuhi. Nah, apa saja penyebab atau hal-hal yang dapat menggagalkan pengajuan KPR? Simak pembahasannya berikut ini!

Skor Kredit yang Buruk

Salah satu penyebab utama KPR ditolak adalah karena pemohon  memiliki skor kredit yang buruk.

Skor kredit digunakan bank sebagai acuan untuk menentukan apakah pemohon layak diberikan kredit. Semakin baik skor kredit seseorang, maka semakin mudah mendapatkan pinjaman.

Skor kredit dikatakan buruk jika pemohon memiliki histori transaksi pembayaran tagihan kredit yang macet atau tidak lancar, baik itu dari penggunaan kartu kredit atau dari personal loan sebelumnya.

Singkatnya, jika sering telat membayar tagihan bahkan sampai menunggak, maka dapat memperburuk skor kredit pemohon tersebut.

Rumah Objek Tidak Layak Sebagai Jaminan

Sebagai bagian dari evaluasi pengajuan KPR, bank akan melakukan pengecekan dan appraisal terhadap rumah objek yang akan dibeli.

Jika pihak bank menemukan bahwa rumah ternyata tidak memiliki izin yang sah, merupakan tanah sengketa atau termasuk ke zona hijau yang ditetapkan pemerintah, maka pengajuan KPR dapat ditolak.

Rumah tersebut dinilai tidak layak sebagai jaminan. Pihak bank akan menolak untuk mengambil resiko karena jika sampai pemohon gagal membayar, rumah tersebut sulit dilelang karena perizinannya tidak sah.

Tidak Memiliki Penghasilan Bulanan yang Stabil atau Konsisten

Umumnya terjadi pada pekerja lepas atau freelancer dengan pendapatan bulanan yang tidak rutin.

Sebagai bagian dari persyaratan, bank akan meminta data pendapatan tetap pemohon yang diperolah dari slip gaji dan rekening tabungan. Pihak bank akan memastikan bahwa pemohon memiliki pekerjaan yang dapat menghasilkan uang setiap bulannya untuk membayar cicilan.

Jika pemohon dinilai tidak memiliki kapasitas tersebut, maka pengajuan KPR beresiko ditolak.