![]() |
|
![]() |
Sign Up Singkat dan Mudah
|
Sign Up Privasi Anda Kami Jaga |
Selamat Datang di Rumaruma! Cek Kotak Masuk Anda untuk Verifikasi E-mail Kami telah mengirimkan e-mail ke dengan link verifikasi. Jika Anda tidak menerima e-mail dalam 2 menit, klik Kirim Ulang. Mohon pastikan e-mail tidak masuk ke folder Spam / Junk. |
Selamat Datang di Rumaruma! Akun Anda Sedang Kami Verifikasi Terima kasih telah mendaftarkan diri Anda dalam situs kami. Admin kami sedang melakukan verifikasi terhadap akun Anda. Mohon menunggu hingga maksimal 1 X 24 jam. Sembari menunggu, Anda dapat melihat-lihat listing yang sudah terdaftar di situs kami. |
![]() |
Buat Listing Pilih Tipe Properti yang Anda Inginkan
Klik Salah Satu Gambar untuk Melanjutkan |
![]() |
Kriteria Listing Ikuti Panduan Berikut untuk Memastikan Kualitas Listing Anda
|
Listing Properti dalam 3 Tahap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Verifikasi Listing
|
Kami ingin tahu pendapat Anda |
Apakah listing Anda telah terjual? |
Memasuki kuartal keempat tahun 2021, sektor properti perlahan menunjukkan peningkatan, khususnya dari sisi permintaan akan rumah. Gaya hidup era PPKM yang masih menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan, mulai dari bekerja, bermain hingga belajar, menjadi salah satu motivasi yang mendorong masyarakat untuk memiliki rumah.
Selain faktor emosional, kebijakan fiskal dan program insentif terkait pembelian rumah oleh pemerintah juga semakin mendorong masyarakat untuk mewujudkan rumah impian mereka.
Lantas, bagaimana dengan bisnis sewa rumah? Apakah juga mengalami peningkatan permintaan yang selaras dengan pembelian rumah? Simak tren dan kondisi pasar properti berikut:
Pandemi Covid-19 berdampak pada merosotnya tingkat hunian sewa apartemen di Jakarta. Dilansir dari kompas.com, dari sisi permintaan juga masih sangat terbatas akibat dari aturan pembatasan yang tidak memungkinkan penyewa dari luar negeri untuk masuk ke Indonesia. Dengan menurunnya tingkat permintaan sewa membuat harga apartemen cenderung menurun menjadi Rp 148.025 per meter persegi per bulannya. Penurunan harga sewa tersebut menjadi salah satu upaya pemilik unit untuk menggaet konsumen di tengah pandemi.
Ekspatriat, perantau dan mahasiswa dari daerah merupakan tiga tipe penyewa yang mendominasi bisnis sewa rumah. Namun, dengan pandemi yang menggeser seluruh kegiatan untuk dilakukan dari rumah untuk periode waktu yang lama, membuat para penyewa tersebut berpikir untuk tidak memperpanjang sewa mereka. Tidak sedikit yang memutuskan untuk pulang ke kampung asal atau rumah orang tua dengan alasan menghemat biaya hidup sehingga mengakibatkan penurunan bahkan kekosongan pada unit-unit rumah yang disewakan tersebut.
Sempat menjadi tren di kalangan Milennial pada era pra-pandemi, nyatanya konsep co-living sulit diaplikasikan di tengah pandemi yang menunut social distancing. Puncak pandemi bulan Juni tahun lalu saja tercatat penurunan permintaan sewa hingga 30 persen imbas dari virus corona.