Photo:
Photo:
Photo:
Kontributor
Share:
Share via Facebook Share via Twitter Share via WhatsApp Share via E-mail
Artikel Lainnya

4 Deal Killers Penyebab Batalnya Kesepakatan Beli Rumah | Rumaruma Blog

Pahami hal-hal yang dapat menggagalkan pembelian

4 Deal Killers Penyebab Batalnya Kesepakatan Beli Rumah

Sebelum adanya perjanjian jual beli yang ditandatangani, maka pembelian belum dikatakan sah dan pembatalan transaksi atau deal oleh pembeli masih dapat terjadi.

Setiap deal yang gagal memiliki penyebab dan alasan masing-masing. Namun, ada baiknya untuk memahami mengapa kesepakatan batal untuk memastikan kesalahan yang sama tidak terulang di kemudian hari.

Komunikasi yang buruk

Antara agen, pembeli dan penjual, komunikasi penting untuk memastikan kelancaran proses jual beli. Bisa jadi calon pembeli menyukai unit yang dijual, namun karena komunikasi yang buruk, seperti tidak jujur atau penjual yang seolah menutupi sesuatu dapat memberikan kesan yang tidak menyenangkan dan merusak kepercayaan sehingga kesepakatan gagal terjadi.

Informasi listing yang tidak akurat

Apa yang dilihat saat survei unit ternyata tidak mencerminkan spesifikasi atau tampilan yang tertera pada listing, yang disebut false advertising. Salah satu bentuk penipuan yang merugikan konsumen, false advertising berisikan informasi yang tidak akurat atau melebih-lebihkan hal yang tidak ada. Misalnya, foto unit yang diedit sedemikian rupa sehingga tampak menarik, namun ternyata tidak sesuai dengan aslinya. Lalu, informasi alamat yang ternyata keliru atau promo yang diada-adakan. Hal-hal semacam ini akan membuat citra properti menjadi buruk dan deal tidak akan terjadi.

Isu pada pembiayaan

Faktor keuangan pembeli juga menjadi salah satu penyebab umum yang menggagalkan kesepakatan. Pembeli sudah melakukan pembayaran booking fee atau DP, namun mendadak membatalkan pembelian saat hendak melunasi sisanya. Hal ini terjadi bukan karena pembeli tidak serius, tetapi biasanya timbul karena masalah keuangan. Misalnya, pengajuan cicilan KPR yang ditolak atau kejadian tak terduga, seperti kebutuhan yang tiba-tiba membutuhkan biaya besar.

Appraisal bank lebih kecil dari harga rumah

Pihak bank akan melakukan evaluasi nilai jual rumah saat adanya pengajuan KPR dari pembeli/klien, yang disebut appraisal. Tidak jarang, taksiran nilai properti yang dilakukan pihak bank tidak sama dengan harga rumah yang ditawarkan, bisa melebihi atau lebih kecil. Masalah timbul saat appraisal bank ternyata jauh lebih kecil dari harga rumah. Pembeli merasa membayar lebih banyak dari yang semestinya sehingga menyebabkan mereka berpikir kembali untuk melanjutkan transaksi atau tidak.