Photo:
Photo:
Photo:
Kontributor
Share:
Share via Facebook Share via Twitter Share via WhatsApp Share via E-mail
Artikel Lainnya

3 Kesalahan Keuangan yang Dapat Menggagalkan Impian Beli Rumah Sebelum Usia 30 Tahun | Rumaruma Blog

Keputusan keuangan hari ini menentukan kelangsungan dan pencapaian target hidup Anda kelak

3 Kesalahan Keuangan yang Dapat Menggagalkan Impian Beli Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

Saat memasuki usia 20 tahun, impian kebanyakan orang adalah lulus kuliah tepat waktu dan mendapatkan pekerjaan. Saat menginjak usia 30 tahun, seseorang biasanya sudah menemukan pasangan hidup sehingga tidak sedikit yang menargetkan ingin memiliki rumah sendiri sebelum usia 30 tahun agar kelak tidak lagi “menumpang” di rumah orang tua dan dapat membina rumah tangga yang mandiri.

Secara finansial, usia 30 tahun merupakan rentang usia saat seseorang mulai mendapatkan kemapanan dengan memiliki pekerjaan yang mencukupi kebutuhan hidup dan tabungan untuk investasi.

Namun demikian, tidak semua mampu mencapai kemapanan finansial tersebut dikarenakan kesalahan atau kekeliruan dalam mengatur keuangan yang kemudian menggagalkan impian-impian besar yang telah mereka rencanakan, seperti beli rumah. Nah, apa saja kesalahan yang harus dihindari tersebut? Simak pembahasannya berikut!

1. Berorientasi konsumtif dan tidak punya tabungan

Dasar dari manajemen keuangan adalah menabung. Ingat, dengan kondisi dunia yang terus berkembang dan berubah dibutuhkan kestabilan dalam keuangan yang tidak hanya untuk hari ini, namun untuk hari esok.

Penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan inflasi yang dapat memengaruhi nilai aset dan keuangan kalian kelak. Namun, sebelum itu langkah paling mendasar adalah menabung. Khususnya untuk kalian yang berencana untuk membeli rumah sebelum usia 30 tahun, belajar disiplin dengan menyisihkan 40% dari gaji bulanan untuk ditabung.

2. Tidak memiliki asuransi kesehatan

Belajar dari pandemi COVID-19, virus atau penyakit bisa datang kapan saja tanpa diundang. Asuransi kesehatan dapat melindungi tabungan dan pendapatan kalian saat tiba-tiba jatuh sakit. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa biaya berobat dan rumah sakit memakan biaya yang tidak kecil sehingga penting sekali untuk memiliki asuransi kesehatan sedari dini agar kelak atau kapan pun dibutuhkan sudah ada dan tidak akan mengganggu tabungan kalian.

Bayangkan jika tabungan yang sudah direncanakan untuk membeli rumah tiba-tiba harus ludes dalam beberapa hari untuk membayar biaya rumah sakit. Bukan hanya impian rumah yang sirna, bisa-bisa kelangsungan hidup ikut terancam karena tabungan sudah terpakai.

3. Tidak mencatat pengeluaran

Kalian cenderung menjadi boros jika tidak pernah melacak ke mana saja uang yang dihabiskan. Sebab itu, penting untuk memiliki daftar pengeluaran dengan skala prioritas yang dapat membantu merencanakan tabungan untuk beli rumah setiap bulannya.

Salah satu manajemen keuangan yang populer adalah aturan 50/30/20, di mana pendapatan digunakan berdasarkan skala prioritas. Kebutuhan bulanan, termasuk biaya makan dasar dan tagihan mendapat skala prioritas pengeluaran tertinggi, yaitu sebesar 50% dari pendapatan. Keinginan seperti gaya hidup, hiburan mendapat jatah maksimal 30%, dan sisa 20% adalah jumlah mininum yang wajib ditabung.